Saya dengar cerita ini dari seorang kawan, coba ah saya tulis ~ 

Alkisah ada seorang anak kecil yang bertanya kepada ayahnya tentang apa itu politik, merasa kebingungan sang ayah berusaha menjelaskan dengan analogi sederhana agar sang anak lebih bisa memahami. “ Nak, politik itu adalah seperti keluarga kita. Keluarga kita adalah Negara. Ibumu yang bertugas mengatur keuangan rumah tangga, belanja rumah tangga, dan stabilitas antara income dan pengeluaran rumah tangga kita adalah pemerintah. Kamu adalah rakyat yang diurusi oleh Negara, dan adikmu yang diasuh untuk tumbuh besar itu adalah masa depan. Ayahmu yang bertugas mencari sumber dana adalah kaum kapitalis. Sedangkan pembantu kita adalah kaum pekerja. Bagaimana, kamu sudah paham belum? “ , tanya sang ayah. Anak tersebut masih kesulitan mencernanya, tapi dia terus berusaha memikirkannya.
Ahirnya malam pun tiba, sang adik yang tadinya tidur nyenyak bangun menangis di tengah malam karena suatu sebab. Sang anak yang bertanya tentang politik itu terbangun dan berusaha memberi tahu orang tuanya bahwa adiknya menangis minta diurus dan diperhatikan. Tapi sang ibu tetap terlelap meskipun anak itu telah berusaha keras membangunkannya. Lalu dia beranjak mencari ayahnya dan menemukan ayahnya sedang bersama pembantu saat dia mengintip lewat lubang kunci pintu kamar pembantu di belakang.
Di pagi harinya saat keluarga itu sarapan, wajah anak itu terlihat sangat cerah dan berbinar , kemudian dia berkata kepada mereka dengan senyum mengembang :
“Aku sudah mengerti apa itu politik. Politik adalah ketika rakyat kalang kabut mencari bantuan untuk masa depan yang minta diperhatikan, pemerintah sedang tidur dengan lelap dan kaum kapitalis sedang sibuk ngerjain kaum pekerja….”


Tidak ada komentar:
Posting Komentar